TERNATE-Danrem 152/Babullah
Kolonel Inf Sochono mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum menemukan isu
ISIS melaksanakan latihan di Halmahera Utara. Meski demikian, dalam merespon
isu-isu yang berkembang, pihaknya telah membentuk sejumlah latihan sekaligus
meninjau langsung daerah-daerah yang dicurigai, namun indikasinya belum
terlihat.
Namun sebagai langkah antisipasi tidak
berhenti sampai disitu. Piahknya tetap melakukan pengecekan langsung pasukan
gabungan TNI dan Polri guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Ke
depan saya, Kabinda, dan Kapolda akan mensosialisasi tentang radikalisme,
terutama di Halmahera Utara sebagai titik puncak dugaan-dugaan selama ini
sekaligus dilakukan pelatihan,” kata Danrem di Dafam Bela International
Ternate, Kamis (20/4).
Sesuai informasi katanya, Halmahera
Utara menjadi target latihan ISIS, pihaknya mengecek. “Kalau dulu yang masuk di
Halmahera Utara itu DTI, sehingga tidak menutup kemungkinan Halmahera Utara
dijadikan pintu masuk,” ujarnya.
Danrem mengatakan, langkah-langkah yang
dilakukan bersama pemerinah daerah ada mendorong dan menjelaskan tentang
radikalisme yang sedang berkembang melalui kegiatan sosialisasi dan patroli di
daerah-daerah yang dimungkinkan teroris melakukan latihan. Tujuannya, agar
mereka tidak melakukan chaos di Maluku Utara. Selain itu, senjata yang masih
disimpan dikeluarkan. “Saya sudah perintahkan Dandim cek kebenaran informasi
itu di lapangan,” tandasnya. (san)
