1 May 2017

Demo Berakhir Ricuh

TERNATE-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum peduli Gane yakni Samurai, Gamhas MU, JMMU, Pembebasan, Hipmi Garut, BEM FKIP, dan GMB menggelar aksi unjuk rasa depan kediaman Gubernur Maluku Utara, Kalumpang, Ternate, Kamis (20/4) menuntut gubernur Abdul Gani Kasuba mencabut Izin operasi PT. Nusa Pala Nirwana (NPN) yang beroperasi diwilayah Gane dan PT.GMM.
Sebab kedua perusahaan dianggap merusak lingkungan menyebabkan banjir. Namun aksi tersebut berakhir ricuh dengan aparat Kepolisian dan Satpol-PP yang bertugas mengamankan aksi tersebut. Kericuhan dipicu puluhan massa aksi yang ingin bertemu gubernur, Abdul Gani Kasuba untuk menyampaikan aspirasinya. Namun gubernur tak berada di tempat, padahal pada aksi sebelumnya, massa telah dijanjikan gubernur akan bertemu menyampaikan aspirasi mereka.
Massa aksi membakar ban bekas depan gerbang kediaman gubernur, namun dihalau aparat keamanan. Alasan aparat, jangan sampai pembakaran ban bekas menjalar ke kabel listrik. Bahkan massa aksi sempat diancam preman.
Dalam aksi itu, massa menuntut gubernur segera mencabut izin operasi perusahaan bernomor 323/KPTS/MU/2016 tentang Izin Lingkungan Rencana Kegiatan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA). “Kami masyarakat Gane menolak operasi perusahasn di tanah Gane seluas 28.610 hektar untuk masa kontrak selama 43 tahun,” teriak Koordinator lapangan, Fadli Ibrahim dalam orasinya. 
Fadli menyebutkan, wilayah eksplorasi yang meliputi Kecamatan Gane Barat, Gane Barat Utara dan Gane Timur di Kabupaten Halmahera Selatan merupakan wilayah rawan banjir, dengan eksplorasi tersebut berpotensi banjir. “Wilayah Gane rawan banjir sehingga eksplorasi hutan yang menebang pohon secara membabi buta akan mengakibatkan banjir seperti yang terjadi di pulau Obi beberapa waktu lalu,” katanya.