TERNATE-Puluhan
mahasiswa yang tergabung dalam Forum peduli Gane yakni Samurai, Gamhas MU,
JMMU, Pembebasan, Hipmi Garut, BEM FKIP, dan GMB menggelar aksi unjuk rasa
depan kediaman Gubernur Maluku Utara, Kalumpang, Ternate, Kamis (20/4) menuntut
gubernur Abdul Gani Kasuba mencabut Izin operasi PT. Nusa Pala Nirwana (NPN)
yang beroperasi diwilayah Gane dan PT.GMM.
Sebab kedua perusahaan dianggap merusak
lingkungan menyebabkan banjir. Namun aksi tersebut berakhir ricuh dengan aparat
Kepolisian dan Satpol-PP yang bertugas mengamankan aksi tersebut. Kericuhan dipicu
puluhan massa aksi yang ingin bertemu gubernur, Abdul Gani Kasuba untuk
menyampaikan aspirasinya. Namun gubernur tak berada di tempat, padahal pada
aksi sebelumnya, massa telah dijanjikan gubernur akan bertemu menyampaikan
aspirasi mereka.
Massa aksi membakar ban bekas depan
gerbang kediaman gubernur, namun dihalau aparat keamanan. Alasan aparat, jangan
sampai pembakaran ban bekas menjalar ke kabel listrik. Bahkan massa aksi sempat
diancam preman.
Dalam aksi itu, massa menuntut gubernur
segera mencabut izin operasi perusahaan bernomor 323/KPTS/MU/2016 tentang Izin
Lingkungan Rencana Kegiatan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan
Alam (IUPHHK-HA). “Kami masyarakat Gane menolak operasi perusahasn di tanah
Gane seluas 28.610 hektar untuk masa kontrak selama 43 tahun,” teriak Koordinator
lapangan, Fadli Ibrahim dalam orasinya.
Fadli menyebutkan, wilayah eksplorasi
yang meliputi Kecamatan Gane Barat, Gane Barat Utara dan Gane Timur di
Kabupaten Halmahera Selatan merupakan wilayah rawan banjir, dengan eksplorasi
tersebut berpotensi banjir. “Wilayah Gane rawan banjir sehingga eksplorasi
hutan yang menebang pohon secara membabi buta akan mengakibatkan banjir seperti
yang terjadi di pulau Obi beberapa waktu lalu,” katanya.
